Pembunuhan di Teluk Pixy (Evil Under the Sun, 1940)



Nah man, ini bacaan asyik dari Agatha Chirstie buat para pria sejati. Bayangkan Hercule Poirot berlibur di Teluk Pixy, di sebuah hotel yang eksotik 'Jolly Roger'. Pemandangan pantai, orang lalu lalang dalam busana renang (jangan bayangkan Baywatch, ini Inggris tahun 1940). Tapi bahkan seorang Agatha yang konservatif melukiskan apa saja yang dilihat Poirot waktu nongkrong di pantai teluk Pixy : Hercule Poirot memandang dengan kagum pada laki laki muda yang baru saja berenang menepi. Patrick Redfern adalah pria bibit unggul. Semampai, kulitnya cokelat perunggu, berbahu lebar, dan berpaha ramping... dia berdiri mengibaskan air dari badannya....(hal 21).

Ini lagi : Pada saat itu keluarlah seorang wanita dari hotel.... perawakannya tinggi dan langsing. Dia mengenakan pakaian renang putih ... yang memamerkan punggungnya yang terbuka dan setiap jengkal tubuhnya ... dia sempurna.... (hal 22).

Sebuah liburan yang menyenangkan, memadukan gairah dan keindahan. Bagaimana komentar Poirot sendiri? 

Tempat ini romantis... tenang... matahari bersinar. Lautnya biru. Tetapi anda lupa ... kejahatan itu ada dimana saja dibawah matahari ' (hal 18).


Dan memang kejahatan akhirnya terjadi juga. Sebuah pembunuhan yang nyaris sempurna. Kalau saja tak ada Poirot....

Tersebutlah Arlena Stuart Marshall, muda, cantik, sempurna, artis. Bagaimanapun kini ia adalah nyonya Marshall. Sang suami, Kenneth Marshall, adalah tipikal pria tua, sukses, kaya berlimpah. Rasanya bukan pasangan aneh. Wanita-wanita cenderung mengejar tipe ini...  (setuju ngak, man?). Mereka berlibur dengan putri semata wayang kenneth dari perkawinan terdahulu, Linda. Dan linda membenci ibu tirinya...

Dan Arlena. Arlena sang dewi cinta. Arlena membutuhkan lebih dari dekapan seorang lelaki. Kuncup dicita, ulam tiba. Di pantai telah menanti Patrick Redfern, lelaki macho itu. Lelaki playboy, walau sang istri setia bergelayut di sampingnya.

Arlena terbunuh. Dicekik ketika tamasya berenang. Dan semua orang di hotel itu berpotensi menjadi pembunuhnya, dengan berbagai motif. Istri Patrick yang cemburu, Linda dengan praktek vodoonya, Kenneth yang bosan, pendeta fanatik, bahkan Emily Brewster perawan tua yang kuat dan atletis.



4 komentar:

  1. Ini juga saya baru baca. Alurnya mengalir dan mudah untuk diikuti, tapi seperti biasa selalu ada kejutan di akhirnya. Kekuatan Poirot adalah bagaimana dia menganalisa suatu kasus dengan pendekatan psikologis setiap tokoh yang terlibat. btw, terimakasaih Esa untuk review2 buku A.Christie.

    BalasHapus
  2. film plotnya msh setia dgn novel tp ada perubahan tokoh saja kalo saya td salah ingat

    BalasHapus
  3. Saya tdk dapat mendownload cerita ini di pdf. Selalu gagal. Apakah bisa membantu?

    BalasHapus

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...

Peringkat Novel Agatha Christie

Saya benci pemeringkatan. Apalagi bila menyangkut penulis favorit Agatha Christie. Tetapi pemeringkatan menjadi keniscayaan - bukankah setiap pencipta agung mempunyai masterpiece? Dan mengenali sebuah masterpisece adalah tugas seorang reviewer. Maka saya menyematkan **** alias empat bintang untuk karya masterpiece, *** tiga bintang untuk karya 'out of the box', ** dua bintang untuk karya kategori bagus, dan satu bintang * untuk karya standar Agatha. Tentu saja ini subyektif, pendapat anda lebih benar. Klik di sini untuk melanjutkan.