Misteri Penginapan Tua (The Pale Horse, 1938)

Bagaimana pandangan Agatha Christie terhadap dunia paranormal atau perdukunan, terlebih bila suatu pembunuhan disinyalir terjadi karena intervensi alam gaib? Novel kali ini melulu membahas pandangan Ratu Pembunuhan kita ini terhadap kiprah para dukun di jaman modern.

Adalah tiga penyihir wanita, Thyrza Grey, Sybil Stamfordis, dan Bella, yang tinggal di penginapan tua 'The Pale Horse' (Kuda Pucat) yang didesas-desuskan menerima order pembunuhan dengan cara gaib. Walaupun cara pembunuhan seperti itu dianggap kuno, namun mereka menerapkan 'manajemen modern' dalam menjaring calon klien mereka. Calon klien harus terlebih dahulu menghubungi seorang agen bernama CR Bradley, seorang pengacara nyentrik yang hidup dari bertaruh.

Cerita dimulai dengan pembunuhan terhadap seorang pendeta bernama Pastor Gorman di sore berkabut di sebuah rel kereta. Rupanya sang pendeta membawa sesuatu yang membahayakan 'karir' seseorang. Dia dibunuh dengan cara dipukul sampai mati. Di sakunya ditemukan daftar orang secara acak yang sebagian besar telah wafat, namun ada juga yang masih hidup.

Ada saja orang iseng yang tertarik pada suatu kasus pembunuhan. Salah satunya adalah Mark Easterbrook, seorang penulis sejarah. Berbekal daftar peninggalan Pastor Gorman, dia mulai menelusuri orang perorang dalam daftar, khususnya yang telah meninggal. Secara mengejutkan dia menemukan bahwa rata rata mereka meninggal karena sakit dengan penyakit yang berbeda beda. Tidak ditemukan unsur pembunuhan dalam tiap kasus kematian yang terjadi. Namun selalu ada orang yang diuntungkan dengan dengan kematian mereka. 

Penelusuran Mark sampai juga ke 'biro jasa' pembunuhan tanpa pembunuhan ala CR Bradley. Dia menjanjikan kematian yang wajar kepada siapa Mark menghendaki seseorang terbunuh. Dibantu Ginger Corrigan, Mark berpura pura menjadi salah seorang klien yang menghendaki mantan istrinya terbunuh. Dan calon korban yang dikehendaki adalah Ginger sendiri....

Segala sesuatunya berjalan lancar, sampai Ginger menderita flu.Kondisi tubuhnya terus memburuk, sampai harus menjalani diagnosa yang lebih serius. Apakah sihir dari ketiga wanita di Pale Horse betul betul telah menyebabkan Ginger meregang nyawa? Mark harus berpacu dengan waktu. Dia harus bisa memecahkan kasus ini, sekaligus menyelamatkan nyawa Ginger. 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...

Peringkat Novel Agatha Christie

Saya benci pemeringkatan. Apalagi bila menyangkut penulis favorit Agatha Christie. Tetapi pemeringkatan menjadi keniscayaan - bukankah setiap pencipta agung mempunyai masterpiece? Dan mengenali sebuah masterpisece adalah tugas seorang reviewer. Maka saya menyematkan **** alias empat bintang untuk karya masterpiece, *** tiga bintang untuk karya 'out of the box', ** dua bintang untuk karya kategori bagus, dan satu bintang * untuk karya standar Agatha. Tentu saja ini subyektif, pendapat anda lebih benar. Klik di sini untuk melanjutkan.