Empat Besar (The Big Four, 1927)

Inilah empat besar yang mengguncang dunia :
1. Li Chan Yen, Otak kriminal paling brilian, dialah sang pengatur strategi, berkebangsaan China.
2. $, Orang paling kaya sedunia, berkebangsaan Amerika.
3. Wanita Perancis, ilmuwan paling jenius abad ini.
4. Sang pemusnah, tidak jelas kewarganegaraannya, eksekutor paling lihai dan keji.

Mereka lah yang ada di balik kejadian kejadian besar di dunia. Revolusi, kerusuhan, pemogokan, apa saja yang memberikan dampak besar bagi peradaban. Dan nama nama itu sampai ke tangan Hercule Poirot dan Kapten Hastings, dari orang sekarat yang nyaris gila.....

Dan memang, siapapun yang mencoba mencari tahu keberadaan mereka akan mati secara mengerikan. Ditikam, diracun, dan tewas dalam ledakan besar, seperti nasib Hercule Poirot. Inilah akhir hidup detektif besar itu. Kapten Hasting menangisi nasib sahabatnya ini. Benarkah demikian?


Di pegunungan Ardennen, Poirot yang lolos dari ledakan besar, merencanakan ulang untuk menghancurkan empat besar. Pengintaian selama berbulan bulan membawanya ke sebuah tempat pelancongan musim panas, empat ribu kaki di atas permukaan air laut, di dareah Dolomite, Italia. Dan nomor empat ditemukan hanya karena kebiasaan makan rotinya....

Ditemukannya orang no.4 membawa Poirot berhadapan langsung dengan full team 4 besar. Terjadi pertempuran seru. Pertempuran yang tidak hanya menguras kemampuan intelektual, namun juga fisik. Di sebuah medan yang keras, jauh dari Inggris.

Boleh dikatakan novel ini merupakan novel internasional Hercule Poirot. Sekitar tahun itu memang dikenal sebagai tahun tahun kejayaan Hercule Poirot. Dengan tubuh yang masih segar bugar tentunya.

Behind the Story

Terus terang, saya kurang suka kalau Agatha Christie menulis kisah konspirasi (internasional). Terkesan terlalu lugu, polos, dan naif. Setiap penulis agaknya terlahir dengan bakat masing masing. Michael Crichton adalah penulis konspirasi berbasis sains terbaik yang saya tahu. Ada Dan Brown penulis konspirasi berbasis sejarah dan simbologi. Novel novel thriller mungkin miliknya John Grisham. Tapi John Grisham akan terlihat konyol bila menulis tentang teknologi. Dia mengaku gaptek. Maestro pembunuhan tetaplah Agatha Christie. Nampaknya para penulis lain menghindar untuk memasuki area 'misteri pembunuhan', atau mereka terlihat amatiran di hadapan buku Agatha.

Yah begitulah, dari generasi ke generasi lahir penulis penulis besar. Agatha mulai menulis selepas perang dunia pertama. Beliau sempat menjadi sukarelawan perawat saat itu. Bersentuhan dengan banyak orang (pengungsi) Belgia. Dua hal yang melahirkan novel pertamanya, pembunuhan dengan racikan obat dan detektif berkebangsaan Belgia, Hercule Poirot. Dia mengalami bombardir tentara Jerman pada perang dunia kedua. Mengunjungi situs situs penggalian arkeologi di timur tengah, dan menghabiskan masa tua dengan ketergangguan (?) pada musik dan gaya rambut The Beatles. Lalu manakah yang paling berpengaruh pada kasus kasus genial pembunuhan yang dia tulis?

Saya cenderung menjawabnya pada novel detektif sebelumnya, Sherlock Holmes dan pembunuhan nyata Jack The Ripper. Di mata Agatha, Sherlock jelas sudah ketinggalan jaman. Namun Jack The ripper adalah 'ikon' Inggris untuk pembunuhan tak terpecahkan. Dari budaya Inggris juga lahir tokoh Jane Marple. Perawan tua, memegang teguh tradisi minum teh, dan gandrung pembunuhan. Namun dari mana Agatha mendapat kisikan tentang agen rahasia, konspirasi, Kementerian Pertahanan, saya ngak tahu pasti. Mungkin dari pergaulannya dengan sesama penulis atau beberapa 'orang penting' di birokrasi dan kepolisian.

Dalam kisah kisah konspirasi yang beliau tulis, biasanya dituliskan rebutan para agen terhadap 'formula maut', 'senjata rahasia', 'ilmuwan jenius', 'dokumen top secret'. Tentu saja itu absurd. Tidak ada penjelasan lebih lanjut dan saintifik apa yang dimaksud dengan formula, dokumen, atau senjata yang dimaksud. Berbeda dengan Crichton dan Brown yang sampai harus melampirkan diagram dan simbol simbol rumit untuk mendukung teori mereka.

Setiap  orang mempunyai kelebihan masing masing.

1 komentar:

  1. Cerita thriller konspirasi yang sangat berbeda dari kebanyakan novel Christie lainnya.
    Sayang ceritanya dangkal sekali,kayak lebih cocok untuk cerita film action atau video game.

    BalasHapus

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...

Peringkat Novel Agatha Christie

Saya benci pemeringkatan. Apalagi bila menyangkut penulis favorit Agatha Christie. Tetapi pemeringkatan menjadi keniscayaan - bukankah setiap pencipta agung mempunyai masterpiece? Dan mengenali sebuah masterpisece adalah tugas seorang reviewer. Maka saya menyematkan **** alias empat bintang untuk karya masterpiece, *** tiga bintang untuk karya 'out of the box', ** dua bintang untuk karya kategori bagus, dan satu bintang * untuk karya standar Agatha. Tentu saja ini subyektif, pendapat anda lebih benar. Klik di sini untuk melanjutkan.