Pembunuhan Di Pondokan Mahasiswa (Hickory Dickory Dock, 1955)


Kehidupan di tempat kos kosan memang selalu menarik untuk diceritakan. Berbagai macam orang dengan berbagai latar belakang dan kebangsaan bisa menelorkan kisah tersendiri. Mrs Hubbard menjadi induk semang sebuah kos kosan di dekat universitas Cambridge, London Inggris. Suasananya menyenangkan sampai terjadi pencurian pencurian yang tidak masuk akal. Mrs. Hubbard adalah adik dari Miss. Lemon. Miss Lemon, - anda tahu - adalah sekretaris Hercule Poirot. Ketika salah ketik menjadi sering terjadi, Poirot tahu sesuatu sedang mengganggu pikiran sekretarisnya itu. Saatnya untuk menyelidiki pondokan mahasiswa. Eh, malah terjadi pembunuhan, dan pembunuhan lagi. Poirot terperangah, pondokan mahasiswa ternyata juga sarang penyelundupan permata, dan narkotika...

Semuanya berawal dari seorang anak yang kriminal, memalsukan cek orang tuanya, dan membunuh ibu kandungnya gara gara duit. Demi nama baik keluarga, alih alih diserahkan ke penegak hukum, sang ayah hanya mengusir si anak. Kesalahan pertama. Kesalahan kedua adalah pergaulan si anak setelah itu. Akrab dengan narkotika, dan kesalahan ketiga menjadikan kos kosan sebagai basis. Di tempat kos, orang saling bergunjing, dan mengintai......


Behind The Story

Hickory, dickory, dock,
The mouse ran up the clock.
The clock struck one,
The mouse ran down,
Hickory, dickory, dock


Ya, itu jawaban atas kerut di kening anda ketika membaca judul novel ini. Memang dari pantun tradisonal anak anak. Banyak kalangan beranggapan inilah judul novel Agatha yang diambil dari pantun pantun tradisonal yang paling tidak nyambung dengan isi cerita tentang seorang kleptomaniak. Agatha mengambil pantun juga di novel Five Little pigs. Tapi ceritanya nyambung dengan judulnya.

1 komentar:

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...

Peringkat Novel Agatha Christie

Saya benci pemeringkatan. Apalagi bila menyangkut penulis favorit Agatha Christie. Tetapi pemeringkatan menjadi keniscayaan - bukankah setiap pencipta agung mempunyai masterpiece? Dan mengenali sebuah masterpisece adalah tugas seorang reviewer. Maka saya menyematkan **** alias empat bintang untuk karya masterpiece, *** tiga bintang untuk karya 'out of the box', ** dua bintang untuk karya kategori bagus, dan satu bintang * untuk karya standar Agatha. Tentu saja ini subyektif, pendapat anda lebih benar. Klik di sini untuk melanjutkan.