Sepuluh Anak Negro (Ten Little Niggers 1939, And Then There Were None 1940)

Inilah novel yang paling menghebohkan dari Agatha Christie. Terbit pertama kali di Inggris pada tahun 1939 dengan tajuk Ten Little Niggers. Namun karena dianggap rasis, terbitan Amerika pada tahun 1940 mengubah judulnya menjadi And Then There Were None. Beberapa kalangan bahkan menyebutnya lebih baik dari The Murder of Roger Ackyord. Novel yang disebut belakangan dianggap novel terbesar Agatha Christie. Novel ini kemudian difilmkan, lagi-lagi dengan merubah judul menjadi Ten Little Indians.

Cerita berlokasi di 'Pulau Negro', di kawasan Devon, Inggris. Disebut pulau negro karena bentuknya yang menyerupai kepala negro. Sepuluh orang diundang untuk 'berlibur' di pulau tersebut oleh seorang misterius dengan dengan inisial U.N.O. Sepuluh orang dengan riwayat pembunuhan di masa lalu. Wargrave, pensiunan hakim; Vera, guru; Lombard, tentara; Emily, perawan tua; Blore, mantan polisi; MacArthur, pensiunan jenderal; Amstrong, dokter bedah; Marston, selebriti; dan terakhir adalah suami istri Rogers, pelayan di resort pulau itu. Dan dalam waktu 36 jam atau 1,5 hari kesepuluh orang tersebut tewas secara misterius.

Diantara debur ombak yang memecah karang (bayangkan suasana itu), satu persatu penghuni pulau menemui ajalnya. Marston diracun sianida, Mrs. rogers over dosis klohr, MacArthur kepalanya dipukul sampai pecah, Emily diracun sianida, Mr. Roger kepalanya pecah, Wargrave tertembak di kepala, Amstrong tenggelam, Blore kepalanya pecah tertimpa jam marmer, Lombard tertembak di jantung, dan terakhir Vera gantung diri. Plot pembunuhan menyerupai rangkaian puisi tentang sepuluh anak negro.


Cerita detektif tanpa detektif. Polisi menyimpulkan tak ada orang kesebelas di pulau itu yang mungkin menjadi pembunuhnya. Siapa membunuh siapa, menjadi pertanyaan yang ruwet karena catatan terakhir hanya dari buku harian sebagian penghuni pulau. Kasus hampir ditutup tanpa penyelesaian kalau saja tidak ditemukan botol yang mengapung di laut dan ditemukan tanpa sengaja oleh nelayan kapal ikan. Pesan terakhir dari sang pembunuh....

Behind The Story

And Then There Were None adalah novel terlaris Agatha Christie dengan penjualan 100 juta kopi sampai hari ini. Tapi omong omong, manakah buku (cerita) paling laris sepanjang masa? ternyata  A Tale of Two Cities karya Charles Dickens tahun 1859 adalah buku paling laris dengan penjualan 200 juta kopi. Disusul Le Petit Prince (The Little Prince) karya Antoine de Saint-ExupĂ©ry sebanyak 200 juta kopi juga,  The Lord of the Rings karya J. R. R. Tolkien dengan 150 juta kopi, The Hobbit  karya J. R. R. Tolkien sebanyak 100 juta kopi,  Dream of the Red Chamber karya Cao Xueqin dengan 100 juta kopi. Dan urutan kelima adalah karya Agatha Christie ini. Tentu saja daftar di atas tidak memasukkan kitab suci, dan buku buku ideologi yang ditulis ideolog seperti Mao dan Hitler. Karena buku-buku itu dicetak dan dibagikan secara gratisan. 

2 komentar:

  1. ini buku ke 9 yang saya baca setelah nemesis, josephine, poirot's Christmas, 13 kasus, body in the library, peril at end house, abc murder, dan endless night.. sebenernya saya mau menahan dahulu untuk tidak membaca novel ini, tapi krna saking penasarannya, saya baca juga akhirnya :D
    krna sudah pernah merasa sensasi ketipu sama pembunuh, pas baca novel ini saya tidak terlalu kaget dengan endingnya, tapi yang bikin "WOW" dari novel ini adalah kematian yang terlalu banyak dari satu novel dan ketegangannya yang terasa jelas sekali di sepanjang bab..

    BalasHapus
  2. Yes! akhirnya.. karya pertama yg bisa sya terka siapa pelakunya plus bagaimana cara pembunuhan dan motifnya, setelah tertipu alias gagal 5 kali berturut-turut menebak pelaku di 4.50 from paddington, mystery of the blue train, murder is easy, third girl, serta why didn't they ask evans, walau begitu ini buku ke 8 yg sya baca setelah destination unknown dan the hound of death yg kedua-duanya termasuk lain dari yg lain klau manurut saya, wkwk
    Masih berjuang mengumpulkan koleksi2 yg lain, sayang saya telat lahir jadinya hampir kehabisan koleksinya agatha. Nasib baik novel yg tak lekang oleh waktu ini masih diproduksi ulang (walaupun tetap susah nyarinya, terutama nyari dananya *ehem)

    *maafkancurhatsaya

    BalasHapus

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...

Peringkat Novel Agatha Christie

Saya benci pemeringkatan. Apalagi bila menyangkut penulis favorit Agatha Christie. Tetapi pemeringkatan menjadi keniscayaan - bukankah setiap pencipta agung mempunyai masterpiece? Dan mengenali sebuah masterpisece adalah tugas seorang reviewer. Maka saya menyematkan **** alias empat bintang untuk karya masterpiece, *** tiga bintang untuk karya 'out of the box', ** dua bintang untuk karya kategori bagus, dan satu bintang * untuk karya standar Agatha. Tentu saja ini subyektif, pendapat anda lebih benar. Klik di sini untuk melanjutkan.